donlot deb: ndak ada cerita lagi bolak-balik kewarnet. ;)
siang tadi ada yang nanya bagaimana cara mendownload suatu apps.. beserta aplikasinya tanpa harus bolak-balik warnet buat nutupin dependensinya.. dan pastinya memang “ADA” looo..
caranya gampang.. coba anda buka synaptic anda.. pilihlah semua apps yang anda mau dan pastinya berikut dependensi yang dibutuhkan.. lalu “JANGAN TEKAN APPLY” yah ide buruk menekan tombol itu lha wong kompinya aja ndak konek internet
coba anda pilih “File > Generate Download Script”. simpan script tersebut lalu rubah ekstensinya menjadi “htm” kopi ke flashdisk anda.. dan bawa ke warnet atau lokasi anda mendownload apps tsb. buka dengan browser dan walahh… download semua link yang ada..
semoga membantu
have fun ubuntuing
KOMPILASI KERNEL BUAT NEWBIE DENGAN KERNELCHECK..
apakah anda pengguna linux baru.. atau tidak mengerti tentang proses kompilasi kernel dan sebagainya, tapi dukungan kernel untuk hardware anda terlalu minim.. adakah cara mengatasinya?.. gampang koq coba ikutin cara ini. proses ini harus berjalan online.
(warning..!!! file kernel berkisar 20-30MB
)
download kernelcheck
$ wget http://kcheck.sourceforge.net/pool/latest-stable/kernelcheck-latest.tar.gz
ekstrak di mana saja
$ tar -xzf kernelcheck-latest.tar.gz
$ cd kernelcheck
install dan jalankan prosesnya
$ sudo python setup.py install
$ kernelcheck
dan andapun bisa melakukan pengecekan dan melakukan kompilasi kernel langsung..
Ubuntu Gutsy For my ACER 4520.
Sebagai jenis notebook paling laku saat ini, laptop jenis ini memiliki banyak masalah apabila diinstall linux termasuk Ubuntu.. semoga tutor ini bisa membantu anda.. untuk panduan lebih lengkap (dalam bahasa inggris) bisa dibuka
http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=715187&highlight=acer+4520
INSTALASI
1. dalam waktu instalasi masuk mode safe graphic… kalau panel menutupi menu instalasi coba hapus panel bawah dan pindahkan kesamping panel atas..
2. setelah instalasi ada beberapa device yang perlu di set berdasarkan devices
Local Setting for Ubuntu DVD Repository iso
PREPARATIONS
you’ll going to need all 5 gutsy’s repositories iso’s, and of course you’ll going to need 19 Gb of free Hard Drive to put all of your iso’s.
create the mount point where all of your iso to be mounted ex.
sudo mkdir /mnt/iso1
sudo mkdir /mnt/iso2
sudo mkdir /mnt/iso3
sudo mkdir /mnt/iso4
sudo mkdir /mnt/iso5
CONFIGURING
okay let’s just start the configurations there is 2 configuration files that needed to be reconfigured. /etc/fstab and /etc/apt/sources.list.. and of course you’ll going to need 19 Gb of free Hard Drive to put all of your iso’s
Upgrade Ubuntu
Terkadang ada pertanyaan dan kegelisahan bagi para pengguna ubuntu karena ubuntu secara reguler launching per 6 bulan. Hal ini menimbulkan pertanyaan berarti setiap 6 bulan sekali harus mengganti ubuntu dengan ubuntu versi terbaru. Benarkah begitu?
Jawaban dari saya bisa benar bisa juga tidak. Tergantung posisi anda sebagai user. Jika anda menggunakan ubuntu untuk bereksperimen, silahkan ada mencoba ubuntu versi terbaru setiap dia keluar. Namun bagi anda yang tidak rela mengganti ubuntu anda dengan install ulang, sebenarnya anda bisa mengupgrade ubuntu anda tanpa menginstall ulang. Ada beberapa opsi yaitu:
- Menguprade library-library yang perlu diupgrade
Tidak semua library perlu diupgrade, tergantung kebutuhan. Untuk linux mungkin yang perlu adalah kernel, kemudian library yang dibutuhkan oleh aplikasi anda. Karena Sistem Operasi adalah tempat berjalannya aplikasi, selama aplikasi anda bisa berjalan apapaun sistem operasinya bukan masalah menurut saya. Untuk melakukan hal ini adalah anda cukup melakukan
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get upgrade atau $ sudo apt-get dist-upgrade - Mengupgrade ubuntu ke versi terbaru melalui repository
Jika anda menggunakan repository dari internet, cukup ganti pada source list anda dengan jenis ubuntu terbaru, misalkan feisty diganti dengan gutsy. Kemudian lakukan seperti langkah sebelumnya.
$ sudo gedit /ect/apt/sources.list
Replace feisty dengan gutsy (untuk upgrade dari feisty ke gutsy)
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get dist-upgrade - Mengupgrade ubuntu ke versi terbaru dengan menggunakan CD alternate
Katanya sih bisa, tapi belum pernah mencoba, ada yang tahu?
Mungkin itu tips untuk mengupgrade ubuntu. Semoga bermanfaat.
Istilah Dasar Networking
Ada beberapa istilah dasar dalam networking yang terkadang membuat seorang awam bingung, berikut adalah beberapa istilah yang saya dapat dari edubuntu handbooks:
Kabel (UTP)
Kabel UTP merupakan bagian dasar dari networking. Ini berupa kabel yang terdiri dari 4 pasang warna, oranye, coklat, hijau dan biru.
RJ45
Merupakan ujung dari kabel UTP. Untuk mengkonfigurasi pemasangan RJ45 pada kabel, ada dua macam yaitu straight digunakan pada jaringan yang menggunakan hub atau switch dan yang kedua adalah cross yang digunakan pada jaringan peer to peer (dua komputer langsung).
Hub
Merupakan penghubung antar komputer yang terkoneksi pada jaringan. Kelemahan dari hub adalah pada satu saat hanya ada request yang akan dijalani. Misalkan dalam satu jaringan ada 10 komputer, masing-masing komputer akan antri untuk mendapatkan layanan dari server yang ada pada jaringan.
Switch
Switch hampir sama dengan hub, penghubung antar komputer yang terknoneksi pada jaringan. Bedanya dengan hub adalah switch mampu memberikan layanan yang pararel kepada client yang terhubungu padanya sehingga lebih cepat.
Router
Jika switch atau hub menghubungkan antar komputer dalam satu jaringan, router menghubungkan antar network. Misalkan network di kampus A dengan network di kampus B. Router ini juga yang menentukan lewat jalan mana sebuah data disalurkan. Bisa memili jalur terpendek atau bisa juga memilih jalur yang tercepat (jalur terpendek belum tentu tercepat, tanya kenapa?).
Wireless
Wireless merupakan media untuk jaringan selain pakai kabel. Dengan menggunakan wireless tidak diperlukan kabel, sehingga lebih efisien. Namun sampai saat ini, wireless masih memiliki beberapa kelemahan seperti kecepatan yang kalah jika dibandingkan dengan kabel dan keamanan yang masih bisa dibilang rendah (tanya kenapa?).
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
Setiap komputer yang terhubung pada jaringan haruslah memiliki sebuah identifier unik, yaitu IP. Ada dua cara mengatur IP sebuah komputer, statis dengan memberikan secara manual IP sebuah komputer dan dinamis jaringan tersebut yang memberikan IP kepada sebuah komputer. Di sinilah fungsi DHCP memberikan IP kepada komputer yang terhubung kepadanya. DHCP sangat membantu ketika komputer yang terhubung pada jaringan sangat banyak sehingga seorang administrator tidak perlu lagi mencarikan IP yang bisa dipakai ketika ada client baru datang, hal itu sudah dikerjakan oleh DHCP.
DNS (Domain Name System)
Di atas sudah disebutkan bahwa tiap komputer yang terhubung pada jaringan haruslah memiliki IP yang unik.Hal ini menjadi suatu masalah ketika harus menghafal IP tiap komputer. Untuk itulah ada DNS. DNS menggantikan IP menjadi nama yang mudah diingat, misalkan google.com, yahoo.com, dan sebagainya. Agar sebuah komputer bisa dikenali DNSnya, IP dan nama DNS sebuah komputer harus didaftarkan kepada DNS server. Itulah kenapa terkadang harus mengatur alamat DNS pada komputer agar ketika kita meminta google.com misalnya, komputer tahu google.com itu komputer dengan IP berapa.
Web Server
Web server ini yang melayani permintaan client terhadap request melalui protokol http. Ada banyak web server ada apache untuk php, apache tomcat untuk jsp, IIS untuk asp dan sebagainya.
Firewall
Seperti namanya, tembok api, firewall merupakan yang terdepan dalam mengamankan jaringan kita. Firewall bisa berupa software misalkan antivirus dan sebagainya namun bisa juga dengan teknik-teknik misalkan menutup port dan sebagainya atau juga berupa hardware dengan cisco misalnya.
Yup sekian dulu istilah-istilah networking dasar, semoga bermanfaat.
Memperbaiki instalasi GRUB di Ubuntu.
kemarin saya ditelpon oleh teman saya.. dia mau meminjam DVD repo Ubuntu yang saya miliki. sewaktu saya tanyakan untuk apa. dia bilang dia ingin menginstall ulang Ubuntunya, dikarenakan GRUB-nya sudah ditimpa oleh windows XP.. jadi kali ini saya ingin menjelaskan cara memperbaiki grub tanpa menginstall ulang Ubuntu anda..
yang perlu disiapkan : * sekeping live-cd ubuntu *
- boot sistem anda menggunakan live-cd ubuntu anda, sampai muncul tampilan desktop
- buka terminal(console)
- pertama kita akan menentukan lokasi dari partisi grub berada yaitu yang memiliki folder “/boot” didalamnya.. lokasi secara default berada sama dengan patisi “/”(root). contoh pada kasus saya “/boot” ada di partisi “hda8″. Tapi pada grub penamaannya agak berbeda jadi “hda8″ harus kita konversi dalam format penomoran grub dengan format (hd0,0).
penomoran pada grub dimulai dari angka 0, jadi bila misal “/boot” ada di hda8 yaitu HD pertama dan partisi ke-8. maka penomorannya menjadi (hd0,7). - ketik “sudo grub” di console sampai keluar “>”
- kalau masih lom yakin lokasi partisi benar coba cek dengan “find /boot/grub/stage1″
- masukkan lokasi grub “root (hd0,7)”
- kita installkan grub ke mbr “setup (hd0)” lalu keluar grub dengan “quit”
saat ini grub anda sudah terinstall kembali jadi tidak perlu lagi melakukan instalasi ulang yang letihkan.
Menjalankan Jboss server
Untuk menjalankan jboss server, download dulu dong servernya hehehe di http://labs.jboss.com/jbossas/.
Setelah itu extract filenya, yang aku pakai adalah yang versi 4.2.1. Folder-folder yang ada diantaranya adalah bin, server, dll, dua folder itu aja sih yang dipakai untuk pemula kayak aku.
Untuk menjalankan server, masuk ke folder bin. Untuk di windows, jalankan run.bat, untuk di linux jalankan run.sh. Udah deh jalan. Ups tapi kalo anda memakai proxy untuk berinternet yang memakai port 8080, maka server akan error, karena port default 8080. Errornya adalah karena bentrok dengan http-proxy.
Untuk memperbaiki hal ini, masuk ke folder server/default/deploy/jboss-web.deployer. Ada sebuah file dengan nama server.xml disana. Buka dengan text editor kemudian cari bagian port (cari aja tulisan 8080) kemudian ganti dengan port lain misal 8081.
Jalankan kembali server. Setelah itu buka dengan web browser, masuk ke http://localhost:8080 untuk yang default dan http://localhost:<port> jika nilai portnya diubah.
Begitu cara singkat menjalankan Jboss apps server. Selanjutnya adalah bagaimana membuat aplikasi dengan Jbossnya.
COMPIZ FUSION APA dan BAGAIMANA..?
INSTALASI COMPIZ-FUSION
1. siapkan internet anda ![]()
2. tambahkan alamat repository untuk compiz-fusion terbaru dan ter up to date. langsung dari para developernya di git opencompositing
% sudo gedit /etc/apt/sources.list >> ganti gedit dengan kate untuk KDE
tambahkan line ini
deb http://download.tuxfamily.org/3v1deb feisty eyecandy
ambil key untuk izin akses server repositorinya
% KEY=81836EBF; gpg –keyserver subkeys.pgp.net –recv $KEY && gpg –export –armor $KEY | sudo apt-key add -
update sistem
% sudo apt-get update
3. install paket-paket untuk compiz
% sudo apt-get install compiz-core compiz-fusion-plugins-main compiz-fusion-plugins-extra compiz-fusion-unofficial compiz-fusion-unsupported emerald emerald-themes
4. tekan alt+F2 lalu ketik
compiz –replace -c emerald
5. untuk melakukan konfigurasi efek buka System>>Pref*>>CompizConfig Setting Manager. dan Emerald Theme Manager untuk decoratornya. bila themes tidak langsung berubah ulangi langkah 4.
INSTALASI XGL for COMPIZ-FUSION
Lakukan langkah ini bila vga anda tidak mensupport indirect-rendering(AIGLX) seperti pada beberapa kartu grafis ATI yang menggunakan fglrx.
1. install xgl
% sudo apt-get install xserver-xgl
2. membuat launcher untuk xgl
% sudo gedit /usr/local/bin/startxgl.sh > atau kate
isi dengan
#!/bin/sh
Xgl :1 -fullscreen -ac -accel xv:pbuffer -accel glx:pbuffer &
DISPLAY=:1
cookie=”$(xauth -i nextract – :0 | cut -d ‘ ‘ -f 9)”
xauth -i add :1 . “$cookie”
exec dbus-launch –exit-with-session gnome-sessionganti baris terakhir menjadi exec kdestart bila menggunakan KDE
3. atur permission launcher
% sudo chmod a+x /usr/local/bin/startxgl.sh
4. membuat session baru untuk xgl
- gnome
% sudo mkdir -p /etc/X11/sessions
% sudo gedit /etc/X11/sessions/xgl.desktop
- KDE
% sudo kate /usr/share/xsessions/xgl.desktop
isi dengan
[Desktop Entry]
Encoding=UTF-8
Name=Xgl
Exec=/usr/local/bin/startxgl.sh
Icon=
Type=Application
4. logout lalu login ke session Xgl dan selanjutnya bisa mengikuti langkah 4-5 di bagian instalasi compiz-fusion
COMPIZ JALAN OTOMATIS SAAT LOGIN (works on gnome)
buat sebuah launcher
% sudo touch /etc/xdg/autostart/compiz.desktop
% sudo chmod 644 /etc/xdg/autostart/compiz.desktop
% sudo gedit /etc/xdg/autostart/compiz.desktop
isi dengan
[Desktop Entry]
Encoding=UTF-8
Name=compiz-fusion
Exec=compiz –replace -c emerald
Icon=
Type=Application
Terminal=false
REPO on my PC(part 2:APT-MOVE)
Seperti pada tutorial saya sebelumnya saya mencoba membuat repository dengan paket-paket yang tersimpan di /var/cache/apt/archive agar dapat digunakan di komputer lain yang tidak terhubung internet.
saat ini saya sedang mencoba cara memilah-milah paket-paket debian agar dapat sesuai skema hirarki penempatan paket seperti yang ada di DVD repo atau server repository. dan saya mendapat suatu hint namanya “apt-move”.. nah sekarang bagaimanakah cara menggunakannya?
- install dulu apt-move nya di komputer sumber
- menyiapkan konfigurasi apt-move
% sudo mkdir ~/debian
% sudo gedit /etc/apt-move.confcari baris ini
LOCALDIR=
saya ubah menjadi
LOCALDIR=~/debian
- sekarang kita rapihkan daftar repository nya

% sudo apt-move get
% sudo apt-move move
% sudo apt-move packagessekarang paket-paket sudah tersusun rapih di ~/debian/pool
- celakanya saat menggunakan apt-move packages hanya versi stable saja yang di regen jadi harus buat sendiri listnya.
% sudo dpkg-scanpackages debian/pool/ /dev/null | gzip -9c > debian/dists/stable/main/binary-i386/Packages.gz
- copy seluruh folder debian ke FD
% sudo cp ~/debian /media/ORE\ SANJOU/
copy seluruh folder debian di FD ke PC
% sudo cp /media/ORE\ SANJOU/debian /media/WHATECER/
- tambahkan repository ke apt
% sudo gedit /etc/apt/sources.list
line yang ditambahkan
deb file:/media/WHATECER/debian stable main
update list
% sudo apt-get update
saat ini repository sudah siap digunakan
% sudo apt-get install apt-move
notes :
* masih mencari tahu cara melakukan penempatan yang lebih terperinci seperti penempatan aslinya.
work to do :
* tinggal mencoba menerapkan untuk membuat CD repo
atau solusi lain menggunakan APTonCD.


